header


Artikel

INDONESIA

Diabetes, Membaca Tingkat Gula Dalam Darah
Kefir Meringankan Diabetes
Pengelolaan Diabetes Melitus Secara Tepat
Tahapan Diabetes
Probiotik Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

ENGLISH

Complete Treatment For Diabetes Mellitus

Related Link
The Body Ecology Diet and Kefir
A Probiotic Gem Cultured with a Probiotic Jewel
Kefir (Wikipedia)
Kefir Susu Fermentasi Pengobat Alergi
 



Benar, Kefir Meringankan Diabetes

MEMBACA Surat Pembaca dari Sdr. Kasmadi ("Pikiran Rakyat" 24 Oktober 2004) saya perlu menguraikan pengalaman saya tentang diabetes.
Saya adalah pengajar di Program Studi Teknik Industri Universitas Islam Bandung. Saya mulai menderita diabetes sejak tahun 2002, dan komplikasinya membuat penglihatan saya terganggu sehingga saya tidak bisa mengajar sejak bulan Februari 2003.
Setelah mendengar tentang kefir, saya menghubungi pembuat/peneliti kefir, yang kemudian datang ke rumah saya pada bulan April 2004. Setelah melihat kondisi saya (yang tidak dapat mengenali orang dari jarak 1 meter), saya dianjurkan untuk meminum kefir utama (berwarna putih dan kental, dengan rasa seperti yoghurt) dan kefir bening. Dalam sehari saya mengonsumsi 3 gelas kefir utama dan 2 gelas kefir bening selama kurang lebih satu bulan.
Pelan-pelan kondisi tubuh saya membaik, seiring dengan penglihatan saya juga makin jelas. Tiga bulan setelah mengonsumsi kefir, saya sudah dapat membaca dengan kacamata plus 4, dan sudah dapat mengendarai mobil lagi, serta kembali mengajar di Unsiba sejak Agustus 2004. Saat ini saya mengonsumsi 2 gelas kefir utama dan 1 gelas kefir bening sehari.
Berdasarkan keterangan yang saya terima, hal penting tentang kefir:
1. Kefir adalah pangan probiotik, yaitu susu murni yang difermentasi dengan kefir grains, yang berfungsi sebagai sumber gizi yang lengkap, dan membantu terjadinya metabolisme tubuh secara baik.
2. Kefir bening adalah bagian dari kefir yang sebagian komponen probiotik, dan komponen lain yang tidak larut dikeluarkan. Kefir ini sangat cepat diserap oleh tubuh dan sangat mudah masuk dalam proses metabolisme.
3. Pada prinsipnya kefir adalah makanan, namun juga memiliki khasiat penyembuhan.

Ir. Dadang Suchyar
Gg. Pelita No. 405/187B
Cijerah Bandung

 

Pengobatan Terapi  Diabetes

Siapa pun yang menderita Diabetes (DM) pasti dihinggapi rasa pesimistis. Apalagi jika berbagai upaya penyembuhan tidak seperti yang diharapkan atau bahkan sebaliknya. Hal ini tentu membawa konsekuensi psikologis bagi penderita, pesimis berkepanjangan.
Paman saya tiga tahun menderita kencing manis, dengan komplikasi gula 372, kolesterol 642, trigliserida 486, gairah seks menurun, lesu mudah lelah, nyeri-nyeri di sekujur tubuh.
Berat badan terus menurun dari 76 kg menjadi 60 kg. Dia berupaya pengobatan baik obat dalam/luar, minum jamu, terapi pijat namun hasilnya tidak sesuai harapan.
Akhirnya beliau mendapatkan terapi kencing manis, mentaati olahraga jalan kaki rutin, berpikir optimistis, selalu bergembira, taat anjuran dokter, mengendalikan stres, mengurangi lemak dan rutin minum kefir bening 3 kali 200 ml tiap hari.
Lima belas hari kemudian gula turun 166 sewaktu, kolesterol 206, trigliserida 408, seks kembali normal, nyeri hilang, badan energik, berat badan naik 3 kg. Hari ke-25, gula menjadi 101 sewaktu, kolesterol 160, trigliserida 99, seks semakin hot, berat badan tambah lagi 2,5 kg (kopi 6 lembar hasil laborat terlampir).
Dua bulan setelah rutin melakukan terapi tersebut semua keluhan benar-benar hilang, kondisi dan berat badan kembali seperti semula. Semua upaya tak lupa selalu memohon kepada Tuhan.

Arief Yuniardi Amd.
Bumi Wana Mukti Blok I-2/9
Sambiroto, Semarang

 

Sehat Kembali

Beberapa waktu lalu saya baca mengenai kencing manis yang ditulis Sdr Ciptono, Batang dan sembuh setelah minum kefir bening. Demikian juga yang dialami paman saya di Sumedang, secara medis dinyatakan terkena diabetes sejak tahun 1987 dan puncak penderitaan terjadi tahun 1996 dengan kadar gula 300 mg/dl.
Ketika itu beliau hanya menggunakan pengobatan medis dan belum menampakkan hasil fisik terasa lemah, wajah pucat, bahkan berat badan turun, semula 60 kg menjadi 45 kg. Berbagai macam pengobatan telah dicoba mulai dari pijat, jamu godokan, obat dari luar negeri. Kemudian beliau mendapat informasi dari koran mengenai diabetes dan kefirbening. Akhirnya dicoba 10 botol, di badan terasa enak dan bertenaga lagi. Begitu pula kadar gula yang semula 311 mg/dl turun menjadi 157 mg/dl dan berat badan naik lagi. Hasil lab terakhir gula darah 123 mg/dl.
Sampai sekarang terus mengonsumsi. Beliau sekarang bisa melakukan aktivitasnya sebagai dosen dengan tenang. Kesembuhan dari diabetes identik dengan pola hidup yang disiplin. Semoga pengalaman keluarga kami bermanfaat bagi sesama.

Maryono
Jl S Parman 890 Rt 5/Rw 3 Kampung Baru, Purwokerto

 

 

Kefir Bening Efektif Obati Diabetes 

PENYAKIT kencing manis atau diabetes merupakan penyakit yang sangat ditakuti saat ini. Diabetes kebanyakan diderita oleh usia lanjut, tetapi usia di bawah 40 tahun ada pula yang bisa terkena. Saya dinyatakan diabetes secara medis sejak 1987. Saat itu belum terasa dampaknya dan masih aktif kerja sebagai PNS.
Puncak penderitaan sekira tahun 1996, kadar gula saya 300 lebih, saya hanya menggunakan pengobatan medis dan belum menampakkan hasil. Fisik terasa lemah, wajah pucat, bahkan berat badan turun, yang semula 60 kg menjadi 45 kg. Saya selalu mengikuti berita dari media yang memuat berbagai hal yang berhubungan dengan kesehatan. Sebagai seorang Muslim kita diwajibkan untuk berikhtiar untuk kesembuhan, pengobatan alternatif sudah saya coba, mulai dari pijat, jamu godogan, obat dari MLM, dan obat dari luar negeri.
Saya pernah mencoba minum salah satu obat. Pada mulanya, kadar gula bisa turun, tetapi lama-lama naik lagi. Saya coba ramuan dari Cina, bisa turun, tetapi hanya sedikit. Pada 27 Juli 2003, saya baca surat pembaca "PR" mengenai kefir bening, kemudian saya kliping. Akhirnya saya coba beli dan minum selama 10 hari, di badan rasanya enak dan rasanya seperti bertenaga lagi. Kadar gula yang semula 311, alhamdulillah turun menjadi 157, dan berat badan saya mulai naik lagi (terlampir bukti hasil pemeriksaan laboratorium).
Sampai sekarang saya terus mengonsumsi kefir bening. Hasil tes laboratorium menunjukkan gula darah saya sekarang cukup stabil. Saya ucapkan terima kasih pada redaksi karena memuat informasi tersebut sehingga sekarang saya jadi lebih sehat. 

H. Suratma
Lingk. Cipadung RT 2 RW 6
Kab. Sumedang 

 

Tanggapan atas Pace, Pare dan Kefir

Saya menanggapi tulisan Ibu R Awaliyah BSc Pekalongan dengan judul "Pace, Pare, Kefir dan Kencing Manis''. Saya sangat tertarik karena saya menderita kencing manis selama 16 tahun.
Dengan komplikasi nyeri tubuh 14 tahun, maag 12 tahun, stroke dan impoten 8 tahun, ginjal 7 tahun dan 8 bulan terakhir jantung cukup parah, kejang-kejang seperti pingsan. Upaya penyembuhan antara lain:
Medis, rawat inap 5 kali masing-masing 1 minggu, cek laborat tiap bulan, berbagai macam obat-obatan dan radiologi rongent rekaman jantung.
Jamu, dengan lebih 60 macam merk dan rebusan saya konsumsi (data terlampir).
Nonmedis, salat dan doa pribadi, kiai 2 orang, paranormal 4 orang dan pijat ratusan kali dengan 54 orang (data terlampir).
Usia 50 tahun (kini 60 tahun) mengajukan pensiun sebagai PNS guru SLTP karena penyakit yang saya derita. Saya pernah merasa berdosa dan putus asa, akibat derita panjang dan upaya penyembuhan yang tidak pernah berhasil.
Setelah saya mengonsumsi kefir bening, ternyata menampakkan hasilnya. Semula gula darah 306, puasa 171, kolesterol 285 , triglicerida 148, asam urat 9,3.
Setelah 9 hari mengonsumsi turun menjadi: gula darah 107, kolesterol 150, triglicerida 77,6 dan asam urat 5 (kopi laborat terlampir).
Hari ke-14, impoten, nyeri-nyeri tubuh dan telapak tangan tebal sembuh, dan setelah 2 bulan penyakit jantung, stroke, ginjal dan maag sembuh. Kini tiap pagi saya dapat jalan kaki 6 km. Tulisan ini mempertimbangkan segi manfaat, kejujuran, benar dan bukti.
Sumardi

Jl Letnan Tukiyat KM 3, Tulung Pasuruhan, Rt 03 Rw I
Mertoyudan, Magelang

 

Sembuh dari diabetes melitus


Fakta menunjukkan penderita diabetes di dunia terjadi peningkatan yang mencemaskan. Pada 1985 terdapat tiga juta penderita. Pada 2000 sudah 171 juta dan pada 2030 diperkirakan 366 juta penderita. Akibat kencing manis tiap 30 detik, satu kaki diamputasi atau setiap tahun satu juta.

Diperkirakan 85% kasus amputasi seharusnya dapat dicegah, tiap 10 detik terdapat dua penderita baru, satu orang meninggal. Di Indonesia pada 2006 diperkirakan terdapat 14 juta penderita. Akibat kencing manis memang menyedihkan seperti yang saya alami. Baru terkena lima tahun akibatnya sungguh luar biasa. Jempol dan jari tangan luka membusuk dan akibat serius lainnya di beberapa bagian tubuh.

Logikannya jika luka membusuk di kaki bisa saja diamputasi. Sudah berbagai pengobatan saya coba, mulai dari buah merah, mahkota dewa, undur-undur dan kapsul undur-undur juga tidak ada perbaikan. Kemudian saya mencoba VCO, daun imbo, daun meniran, daun ciplukan juga sama saja.

Sampai akhirnya saya mendapat informasi untuk mengkonsumsi kefir bening. Setelah seminggu mengkonsumsi, luka membusuk mulai kering dan semua gigi yang kendor mulai kencang kembali. Sekitar 50 hari sesudahnya semua luka telah benar-benar sembuh. Saya tetap meminum kefir empat bulan berturut-turut untuk membersihkan racun dalam tubuh dan kemungkinan komplikasi.

SUPARMAN
Kauman Banjardowo
Semarang

 

Tulisan soal Kefir

Beberapa waktu lalu saya membaca kumpulan tulisan yang berhubungan dengan kencing manis di Surat Pembaca di antaranya soal ''pace, pare dan kefir'' oleh Bp Sumardi, "kasiat kefir bening" Bp Barjo Wiyoto, "pengobatan terapi kencing manis" Bp Arief Yuniardi. Semua tulisan adalah pengalaman kesembuhan.
Tetapi banyak yang bertanya apa sih kefir itu? Di negara maju ada beberapa sebutan tentang kefir di antaranya kipe, kefi atau kaufur. Sebagian ahli mengatakan sebagai minuman ajaib yang punya kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit.
Ahli lainnya mengatakan kefir memiliki kemampuan menormalkan fungsi syaraf, sebagai zat pembangun tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan metabolisme dan mengganti sel-sel yang rusak atau mati. Beberapa ahli penelitinya antara lain Foster, Pederson(1971), Gilmor dan Rowe(1981), Kosikowski(1982). Untuk Indonesia adalah Prof AG Winarno(1985).
Pertanyaan, kefir yang mana yang baik dikonsumsi. Untuk menjawabnya kita harus mengenal jenis kefir. Di dunia dikenal ada 2 jenis kefir, yaitu kefir yang dibuat dengan susu murni atau lemak tinggi. Lainnya kefir yang dibuat dengan susu nonfat atau lemaknya telah dihilangkan.
Jadi kefir yang baik dikonsumsi untuk penderita kencing manis, darah tinggi, asam urat tentu saja kefir nonlemak atau disebut kefir bening. Penderita penyakit tersebut atau penyakit yang harus menghindar kolesterol harus berfikir jika akan mengkonsumsi kefir yang dibuat dari susu murni sebab berlemak tinggi.
Untuk menambah wawasan saya sengaja minta penjelasan salah satu ahli kefir di Indonesia. Beliau mengatakan untuk memperoleh kefir yang baik tidak sesederhana yang dibayangkan yaitu fermentasi, tapi suatu proses yang cukup rumit.
Untuk fermentasi yang baik diperlukan suhu di bawah 16 derajat Celcius, seleksi kefir grains maupun bakteri lactobacillus caucasus, lactobacillus acidopilus ,maupun lactobacillus bulgarius. Timbul dalam benak saya ternyata tidak mudah untuk membuat kefir yang baik dan bermanfaat.

Yayat Sudrajat SE
Perum Cihanjuang Indah Blok C JI Kemuning 11 3 Cimahi, Jabar

 

Sehat Kembali berkat kefir


Beberapa waktu lalu saya baca mengenai kencing manis yang ditulis Sdr Ciptono, Batang dan sembuh setelah minum kefir bening. Demikian juga yang dialami paman saya di Sumedang, secara medis dinyatakan terkena diabetes sejak tahun 1987 dan puncak penderitaan terjadi tahun 1996 dengan kadar gula 300 mg/dl.
Ketika itu beliau hanya menggunakan pengobatan medis dan belum menampakkan hasil fisik terasa lemah, wajah pucat, bahkan berat badan turun, semula 60 kg menjadi 45 kg. Berbagai macam pengobatan telah dicoba mulai dari pijat, jamu godokan, obat dari luar negeri. Kemudian beliau mendapat informasi dari koran mengenai diabetes dan kefirbening. Akhirnya dicoba 10 botol, di badan terasa enak dan bertenaga lagi. Begitu pula kadar gula yang semula 311 mg/dl turun menjadi 157 mg/dl dan berat badan naik lagi. Hasil lab terakhir gula darah 123 mg/dl.
Sampai sekarang terus mengonsumsi. Beliau sekarang bisa melakukan aktivitasnya sebagai dosen dengan tenang. Kesembuhan dari diabetes identik dengan pola hidup yang disiplin. Semoga pengalaman keluarga kami bermanfaat bagi sesama.
Maryono
Jl S Parman 890 Rt 5/Rw 3 Kampung Baru, Purwokerto

 

 

Design By WebBisnisku.com
Web design and Hosting