PENGELOLAAN DIABETES MELITUS SECARA TEPAT
DIABETES
MELITUS (DM) merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan kadar
glukosa darah yang melebihi nilai normal. Apabila dibiarkan tidak
terkendali, DM dapat menimbulkan penyulit atau Komplikasi yang dapat
berakibat fatal, misalnya terjadi Penyakit Jantung Koroner, Gagal
Ginjal, kebutaan, dan lain-lain. Yang pada akhirnya akan menyebabkan
kematian.
PEMERIKSAAAN LABORATORIUM UNTUK PENGELOLAAN DM
1. Panel Evaluasi Awal
Glukosa Puasa, Mikroalbumin, Cholesterol HDL, Glukosa 2 Jam PP,
Kreatinin, Cholesterol LDL direk, Hematologi Rutin, Albumin/Globulin,
Trigliserida, Urine Rutin, GPT, Fibrinogen, HbA1c (A1C), Chlesterol
Total.
• Dilakukan segera setelah didiagnosis DM
• Tujuan pemeriksaan :
a. Menentukan penanganan yang tepat
b. Deteksi risiko terjadinya komplikasi
2. Panel Pemantauan 1
Glukosa Puasa, Glukosa 2 Jam PP, HbA1c (A1C).
• Dilakukan setiap 3 bulan sekali atau sesuai petunjuk dokter
• Tujuan pemeriksaan :
a. Menilai pengendalian DM
b. Menilai keberhasilan terapi
3. Panel Pemantauan 2
Glukosa Puasa, Albumin/Globulin, Trigliserida, Glukosa 2 Jam PP, GPT,
Fibrinogen, HbA1c (A1C), Cholesterol Total, Mikroalbumin, Cholesterol
HDL, Kreatinin, Cholesterol LDL direk.
• Dilakukan setiap 1 tahun sekali atau sesuai petunjuk dokter
• Tujuan pemeriksaan :
- Menilai pengendalian DM
- Menilai keberhasilan terapi
- Deteksi faktor resiko yang memicu terjadinya komplikasi
PEMERIKSAAN MIKROALBUMIN
Mendeteksi Komplikasi Pada Ginjal & Kardiovaskular
• Mikroalbuminuria
Mikroalbuminuria merupakan indikasi adanya gangguan glomerulus pada
stadium dini, dimana gangguan dapat diperbaiki/diobati sementara bila
terjadi gagal ginjal, maka pengobatan sulit dilakukan.
• Manfaat Pemeriksaan Mikroalbumin (MAU)
1. Diagnosis dini nefropati diabetik
2. Memperkirakan morbiditas penyakit kardio-vaskular dan mortalitas pada pasien DM
• Jadwal Pemeriksaan Mikroalbumin
1. Untuk DM Tipe 1, diperiksa pada masa pubertas atau setelah 5 tahun didiagnosis DM
2. Untuk DM Tipe 2 :
- Untuk pemeriksaan awal setelah diagnosis ditegakkan
- Secara periodik setahun sekali atau sesuai petunjuk dokter
PEMERIKSAAN HbA1c ATAU A1C
Dapat memperkirakan Risiko Komplikasi Akibat DM
• HbA1c atau A1C
1. Jumlah A1C yang terbentuk, tergantung pada kadar glukosa darah
2. Kadar A1C mencerminkan kadar glukosa darah rata-rata dalam jangka waktu 2-3 bulan sebelum pemeriksaan
• Manfaat Pemeriksaan A1C
1. Menilai kualitas pengendalian DM
2. Menilai efek terapi atau perubahan terapi setelah 8-12 minggu dijalankan
• Tujuan Pemeriksaan A1C
Mencegah terjadinya komplikasi (kronik) diabetes karena:
1. A1C dapat memperkirakan risiko berkem-bangnya komplikasi diabetes
2. Komplikasi diabetes dapat muncul jika kadar glukosa darah terus-menerus tinggi dalam jangka panjang
3. Kadar glukosa darah rata-rata dalam jangka panjang (2-3 bulan) dapat
diperkirakan dengan pemeriksaan A1C
• Jadwal/Frekuensi Pemeriksaan A1C
1. Untuk evaluasi awal setelah diagnosis DM dipastikan
2. Secara periodik (sebagai bagian dari pengelolaan DM) yaitu:
- Setiap 3 bulan (terutama bila sasaran pengobatan belum tercapai), atau
-Minimal 2 kali dalam setahun
DM
harus dikelola dan dikendalikan dengan baik agar seseorang dengan DM
dapat merasa nyaman dan sehat, serta terjadinya komplikasi dapat
dicegah atau setidaknya dihambat.
|