Probiotik Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
GAYA
hidup sibuk masyarakat kota besar, stres, dan nutrisi yang tidak
seimbang sangat berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh kita.
Ujung-ujungnya, frekuensi sakit akan meningkat. Ini yang tidak kita
harapkan karena jika tubuh sakit, maka kerugian menyergap kita:
pekerjaan sehari-hari akan tertunda dan terpaksa mengeluarkan ongkos
ekstra untuk biaya pengobatan. U>small 2small 0< untuk
menjaga pertahanan atau sistem kekebalan tubuh adalah dengan minum air
yang cukup supaya tidak dehidrasi, menghirup udara segar, istirahat
yang cukup, merilekskan tubuh, termasuk diet seimbang dengan tidak
mengonsumsi makanan secara sembarangan. Tambahan vitamin, mineral,
ataupun elemen-elemen lain, seperti vitamin A, C, B6, termasuk zinc,
zat besi, juga akan mendukung kekebalan tubuh.
Sistem kekebalan tubuh ini mempunyai fungsi sebagai penjaga kesehatan
tubuh. Sepanjang hari ia akan mengidentifikasi patogen berbahaya dan
substansi-substansi asing lainnya yang ada dalam tubuh kita. Selama
proses ini, sel kekebalan dan antibodi akan bekerja bersama dalam
aliran darah untuk menghentikan sebaran virus dan bakteri jahat. Salah
satu upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah dengan
mengonsumsi probiotik guna menunjang metabolisme tubuh.
Keunggulan probiotik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh ini
dibahas oleh panel ahli dari Eropa pada sebuah konferensi pers bertema
"What Makes a Good Probiotic" yang diselenggarakan oleh perusahaan
farmasi Merck CHC di Genval, Belgia, pada 21-22 Oktober 2004.
Panel ahli yang mempresentasikan keunggulan probiotik untuk kesehatan tersebut adalah;
- Prof Juergen Schrezenmier (Kepala Institute for Physiology and
Biochemistry of Nutrition, Federal Research Center for Nutrition
and Food Kiel, Jerman)
- Prof M de Vrese juga dari instansi yang sama dengan Schrezenmier,
Prof SC Bischoff (Medical University Hanover Jerman), Prof B Bjorksten
(Centre for Allergy Research Stockholm, Swedia)
- Prof J Hamilton-Miller (Department of Medical Microbiology, Royal
Free and University College, Medical School, London, Inggris)
- Prof WP Hammes (Hohenheim University Stuttgart, Jerman)
- Prof P Marteau (European Hospital Georges Pompidou, Perancis), dan Prof M-C Moreau juga dari Perancis.
SAAT ini di Jerman probiotik didefinisikan sebagai mikroorganisme hidup
yang mencapai saluran pencernaan dalam kondisi aktif, dalam jumlah yang
cukup guna menghasilkan efek kesehatan yang positif.
"Diperlukan dasar yang kuat untuk membuktikan manfaat probiotik untuk
kesehatan," kata Prof Juergen Schrezenmeir. Menurut dia, syarat-syarat
probiotik yang baik adalah probiotik harus tetap dalam keadaan hidup,
daya untuk bertahan hidup ketika melalui saluran pencernaan dan manfaat
kesehatan yang dapat dibuktikan.
Definisi umum probiotik, yang biasa digunakan, adalah preparat yang
terdiri dari mikroba hidup yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia atau
hewan secara oral. Mikroba hidup itu diharapkan mampu memberikan
pengaruh positif terhadap kesehatan manusia atau hewan dengan cara
memperbaiki sifat-sifat yang dimiliki mikroba alami yang tinggal di
dalam tubuh manusia atau hewan tersebut.
Tujuan menambahkan bakteri probiotik dalam makanan adalah untuk
meningkatkan kesehatan. Upaya ini memperluas standar definisi atas
fungsi makanan itu sendiri. Fungsi bakteri probiotik adalah mengurangi
bakteri patogen dalam usus, menstimulasi respons kekebalan, dan untuk
menjaga kesehatan.
Efek positif dari bakteri probiotik untuk mengatasi infeksi usus sudah
diketahui. Oleh karena itu, sangatlah penting dipastikan probiotik
dapat mencapai saluran pencernaan dalam jumlah yang memadai. Pemberian
probiotik yang teratur dapat mempercepat penyembuhan diare yang
disebabkan oleh infeksi kuman virus. Strain bakteri probiotik akan
mengatur mikroflora usus, merintangi kolonisasi patogen, dan
memindahkan bakteri patogen melalui dinding usus dan organ lain.
Saat ini peneliti-peneliti probiotik juga telah menghasilkan temuan
menarik, di mana bakteri probiotik tidak hanya menstimulasi sistem
kekebalan secara umum, tetapi juga mengatur reaksi sistem kekebalan
pasien yang menderita alergi ataupun menderita penyakit kulit/eksim
(atopic dermatitis). Sebuah studi di Finlandia menunjukkan bahwa
penyakit kulit eksim yang diderita anak-anak membaik secara signifikan
setelah dua bulan di-treatment dengan probiotik hypoallergenic, secara
ekstensif dengan formula hydrolysed. Temuan ini juga didukung oleh
studi lebih lanjut yang menggunakan strain bakteri yang berbeda.
Hasilnya menunjukkan bahwa alergi meluas yang berisiko kematian pada
anak-anak berusia dua-empat tahun menjadi berkurang.
Meskipun studi in vitro dan studi yang menggunakan hewan untuk uji coba
menunjukkan bukti yang baik bahwa strain probiotik menghalangi
pertumbuhan dan aktivitas metabolik pelekatan sel saluran pencernaan
bakteri enteropathogenic seperti Salmonella, Shigella, atau Vibrio
cholerae, sangat sedikit hasil penelitian yang memublikasikan efek
positif melawan bakteria yang menyebabkan diare pada manusia.
Selain berguna untuk mencegah dan mengurangi durasi diare, mengatur
mikroflora dalam usus, meningkatkan kekebalan, mencegah penyakit
kulit/eksim, mencegah simptom pasien radang usus, bakteri probiotik
juga diyakini bisa mengurangi sakit yang dikeluhkan penderita asma,
serta mencegah kanker.
Demikian banyaknya kegunaan probiotik bagi kesehatan tubuh, maka Prof
Schrezenmeir menyarankan agar selalu menjaga pola makan dan mengonsumsi
makanan yang mengandung probiotik. "Anda dapat melihat seseorang yang
tidak mengatur pola makannya dengan mengonsumsi makanan sehat, maka ia
akan terganggu saluran pencernaan makanannya. Bahkan bisa-bisa ia
mengalami perdarahan ataupun koma. Karena itu, probiotik sangat penting
untuk tubuh," kata Schrezenmeir. (LOK)
|